Panduan pemula Search Engine Optimization

#PanduanSEO – Memahami Cara kerja search engine

#PanduanSEO – Memahami Cara kerja search engine

SEO tanpa Memahami Cara kerja search engine adalah mimpi siang bolong. Untuk memahami dan menerapkan SEO dengan baik, mau tidak mau sobat harus memahami cara kerja search engine.

Mesin pencari atau search engine memiliki dua fungsi utama: crawling (menelusuri) dan kemudian indexing (seperti index pada buku-buku). Search engine akan memberikan hasil pencarian pengguna sesuai dengan daftar rangking (urutan) dengan konten yang paling relevan.

Crawling dan Indexing

World Wide Web bisa digambarkan seperti pemberhentian subway (stasiun kereta bawah tanah) seluruh dunia.
Setiap pemberhentian merupakan dokumen yang unik (tidak sama/berbeda, biasanya halaman web, tapi bisa juga PDF, JPG, atau file lainnya). Mesin pencari membutuhkan cara untuk “menelusuri” seluruh kota dan menemukan semua stasiun di sepanjang jalur, jadi mereka menggunakan jalur terbaik yang tersedia atau biasa disebut tautan/link.

Struktur link berfungsi untuk mengikat semua halaman bersama-sama.
Struktur link biasanya http://namadomain/tanggalposting/judulkontent, tergantung pengaturannya. Tautan atau link membuat robot mesin pencari (biasa disebut “crawlers” atau “spiders”), untuk menjangkau miliaran dokumen yang saling terkait di web.

Begitu mesin menemukan halaman, mereka menguraikan kode dari halaman web dan menyimpan potongan-potongan yang dipilih dalam database, untuk disimpan dan diingat supaya bisa ditampilkan saat ada query penelusuran (perintah dengan format tertentu, melakukan pencarian bisa dikatakan query penelusuran). Provider seacrh engine, biasanya membangun data center di berbagai belahan dunia, sehingga bisa menampilkan hasil pencarian dalam sepersekian detik.

Fasilitas penyimpanan ini membuat ribuan mesin (pengguna/perangkat) memproses sejumlah besar informasi dengan sangat cepat. Ketika seseorang melakukan pencarian di salah satu mesin utama, mereka menuntut hasil secara instan; Bahkan penundaan satu atau dua detik pun bisa menimbulkan ketidakpuasan, sehingga mesin bekerja keras untuk memberikan jawaban secepat mungkin.

Search engine adalah Mesin Penjawab

Ketika seseorang melakukan pencarian online, mesin pencari mengangkut miliaran dokumen dan melakukan dua hal:
– Pertama, hanya mengembalikan hasil yang relevan atau berguna sesuai query;
– Kedua, memberi peringkat hasil sesuai dengan popularitas situs-situs yang menyajikan informasi.
Keduanya adalah tentang relevansi dan popularitas yang di dalam SEO bertujuan untuk mempengaruhi 2 hal tersebut, relevansi dan popularitas.

Bagaimana mesin pencari menentukan relevansi dan popularitas?

Relevansi bisa berarti lebih dari sekedar mencari halaman dengan kata-kata yang tepat. Pada awalnya, mesin pencari hanya menggunakan cara yang sederhana, dan hasil pencarian bernilai terbatas. Selama bertahun-tahun, para pakar internet menemukan cara yang lebih baik untuk mencocokkan hasil pencarian dengan query pencari. Saat ini, relevansi tidak hanya berdasarkan halaman dengan kata-kata yang tepit, tapi ada banyak faktor yang mempengaruhi relevansi, dan kita akan membahas hal yang paling penting dalam panduan ini.

Mesin pencari biasanya menganggap bahwa situs, halaman, atau dokumen yang populer, informasi di dalamnya juga dianggap semakin penting/baik/berharga. Asumsi ini terbukti cukup berhasil dalam hal kepuasan pengguna dengan hasil pencarian.

Popularitas dan relevansi tidak bisa ditentukan secara manual. Sebagai gantinya, mesin pencari menggunakan algoritma untuk memisahkan padi dengan sekam (relevansi), dan kemudian memberi peringkat sesuai kualitas (popularitas).

Algoritma ini sering terdiri dari ratusan variabel. Di bidang pemasaran pencarian, kami menyebut mereka sebagai “Ranking Factor”. Editorial telah menuklis artikel khusus: #PanduanSEO Faktor yang mempengaruhi Peringkat Search Engine.

Bagaimana mempertahankan SEO supaya bisa tampil di halaman pertama hasil pencarian yang berkelanjutan dan terus menerus?

Algoritma yang rumit dari mesin pencari mungkin tampak tidak bisa ditembus. Memang, mesin itu sendiri memberi sedikit wawasan tentang bagaimana mencapai hasil yang lebih baik atau mendapatkan lebih banyak lalu lintas. Apa yang mereka berikan kepada kami tentang optimalisasi dan praktik terbaik akan dijelaskan di bawah ini:

Informasi SEO dari Google Webmaster Guidelines – Memahami Cara kerja search engine

Google merekomendasikan hal berikut untuk mendapatkan rangking yang lebih baik di mesin pencari mereka:
– Buatlah halaman untuk manusia, bukan untuk mesin pencari atau robot. Jangan menipu pengunjung dengan menyajikan konten yang berbeda dengan hasil pencarian mesin pencari. Praktik ini biasa disebut “cloaking”. Sobat mengetik kata kunci, hasilnya pun tampil, namun saat di klik/kunjungi, kontentnya sama sekali tidak ada, atau hanya kata kuncinya saja tanpa ada artikel atau tulisan yang lain. Kalo boleh editorial sebut “Jebakan Batman”
– Buatlah situs dengan hierarki/susunan dan tautan teks yang jelas. Setiap halaman harus dapat dicapai dari setidaknya satu tautan teks statis. Artinya linknya harus jelas, mudah dibaca manusia dan tidak berubah-ubah.
– Buat artikel yang bermanfaat dan kaya informasi, dan tulislah halaman yang secara jelas dan akurat yang menggambarkan konten sobat. Pastikan elemendan atribut ALT Anda deskriptif dan akurat. – Gunakan kata kunci untuk membuat URL deskriptif dan ramah manusia. Berikan satu versi URL untuk mencapai dokumen. Apabila double maka harus menggunakan kode 301 untuk pengalihan atau atribut rel=”canonical” untuk menangani konten duplikat.

Informasi SEO dari Bing Webmaster Guidelines – Memahami Cara kerja search engine

Insinyur Bing di Microsoft menganjurkan hal berikut untuk mendapatkan rangking yang lebih baik di mesin pencari mereka:
– Pastikan struktur URL mengandung kata kunci.
– Pastikan konten tidak berada di media (Adobe Flash Player, JavaScript, Ajax) dan lakukan verifikasi bahwa media teresbut tidak menyembunyikan tautan dari crawlers.
– Buat kata kunci yang cocok dengan apa yang dicari pengguna sehingga menghasilkan konten baru secara teratur.
– Jangan letakkan teks yang ingin diindeks di dalam gambar. Misalnya, jika sobat ingin nama atau alamat perusahaan sobat diindeks, pastikan tidak ditampilkan di dalam logo perusahaan.

Oke, jadi apa yang kami tulis di atas hanyalah kepingan kecil tips SEO dan masih ratusan faktor yang lain ??? YA, masih banyak lagi

Selain saran tersebut, search Marketer telah menemukan metode untuk mengekstrak informasi tentang bagaimana peringkat mesin mencari memberi ranking pada sebuah halaman. SEO dan para marketer menggunakan data tersebut untuk membantu situs mereka dan klien mereka untuk mencapai posisi yang lebih baik.

Cara terbaik untuk memahamai cara kerja search engine dan meneliti aktivitas mesin pencari adalah melakukan eksperimen, menguji hipotesis, dan membentuk opini. Melalui proses ini, sejumlah besar pengetahuan tentang fungsi mesin dapat diambil. Beberapa percobaan yang telah kami coba lakukan seperti ini:

1. Membuat situs baru tanpa kata kunci (misalnya, ngaco.com).
2. Membuat beberapa halaman, targetnya dibuat sama, misal “Bersama kita bisa”.
3. Buatlah halaman semirip mungkin tapi jangan sama persis, ubah satu variabel sekaligus, bereksperimen dengan penempatan teks, format, penggunaan kata kunci, struktur tautan, dll.
4. Buat link di situs yang sudah terindeks dan terjaring dengan baik arahkan ke domain yang baru. Misal dari domain sobat yang sudah mendapat ranking baik.
5. Catat rangking halaman di search engine.
6. Sekarang buat sedikit perubahan pada halaman dan tinjau dampaknya pada hasil pencarian untuk menentukan faktor apa yang mungkin mempengaruhi naik turunnya dengan kompetitor lain.
7. Catat hasil apa pun yang tampaknya efektif, dan uji ulang mereka di domain lain atau dengan istilah lain. Jika beberapa tes secara konsisten mengembalikan hasil yang sama, kemungkinan Anda telah menemukan pola yang digunakan oleh mesin pencari.

Contoh Uji yang Kami Lakukan untuk Memahami Cara kerja search engine

Dalam pengujian, kami memulai dengan hipotesis bahwa tautan lama (paling awal) pada sebuah halaman mempengaruhi bobot lebih banyak daripada tautan yang lebih lama. Kami menguji ini dengan membuat domain untuk menguji, menulis 3 link yang mengarah halaman lain yang menggunakan kata kunci yang sama. Setelah mesin pencari melakukan penelusuran halaman, kami menemukan bahwa halaman dengan link lama beranda menempati urutan pertama.

Proses Memahamai Cara kerja search engine seperti ini bermanfaat, namun itu saja tidak cukup untuk membantu para search Marketer.

Melalui metode seperti analisis, eksperimen, dan pengujian langsung, search Marketer sebagai komunitas telah memahami banyak operasi dasar mesin pencari dan komponen penting pembuatan situs web dan laman yang mendapatkan rangking tinggi dan lalu lintas yang signifikan.

Panduan berikutnya bertujuan untuk memberi pemahaman dan klarifikasi mengenai SEO.

Happy reading

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply